
Tes Flu Burung AIV Ag
- Deskripsi: Tes Cepat Antigen Virus Flu Burung (Tes Flu AIV Ag Burung)
- Nomor Katalog: JIA401
- Prinsip: Uji imunokromatografi aliran lateral sandwich
- Spesifikasi: 10 tes/kit
- Waktu Pengujian: 5-10 menit
- Umur simpan: 24 bulan
Stabil, Andal, Terjangkau.
Deskripsi
Pengenalan Produksi
Tes Cepat Antigen Virus Avian Influenza (Tes Flu AIV Ag Burung) adalah uji imunokromatografi aliran lateral untuk deteksi kualitatif antigen Virus Avian Influenza (AIV Ag) dalam serum, sekresi, atau limpa unggas.
Nama Produk | Rapid Test Antigen Virus Avian Influenza (Tes Flu Burung AIV Ag) |
Contoh | Serum, sekret atau limpa |
Waktu Pengujian | 5-10 menit |
Tujuan penggunaan | Diagnostik in vitro hewan |
Kemasan | 10 tes cepat 10 penyeka kapas |
Suhu Penyimpanan | 2-30 derajat, JANGAN BEKU. Jangan simpan alat tes di bawah sinar matahari langsung. |
Umur Simpan | 24 bulan |
Keuntungan | 1) Sensitivitas dan spesifisitas yang baik |
Pembayaran | T/T, Western Union, Paypal |
Fitur
1. Tes Cepat, dapatkan hasilnya dalam 10-15 menit.
2. Sensitivitas dan spesifisitas tinggi
3. Mudah dioperasikan, tidak memerlukan peralatan, nyaman dan cepat
4. Membutuhkan sedikit Spesimen, sedikit usap hidung atau tenggorokan

Apa itu Virus Avain Influenza?
Avian influenza atau flu burung mengacu pada penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus avian influenza (flu) Tipe A. Virus ini secara alami menyebar di antara burung air liar di seluruh dunia dan dapat menginfeksi unggas peliharaan serta spesies burung dan hewan lainnya. Virus flu burung biasanya tidak menginfeksi manusia. Namun, infeksi virus flu burung pada manusia secara sporadis telah terjadi. Tautan di bawah ini menawarkan informasi lebih lanjut tentang flu burung.
Bagaimana cara penularan Avian Influenza?
Burung air seperti bebek liar diyakini sebagai pembawa semua virus flu burung tipe A. Virus dibawa di dalam usus burung dan didistribusikan ke lingkungan melalui kotoran burung (kotoran). Burung migran yang terinfeksi virus tersebut berpotensi menyebarkan flu burung ke negara mana pun yang mereka kunjungi.
Burung liar biasanya tidak menunjukkan gejala flu burung, meskipun strain H5N1 yang beredar saat ini telah menyebabkan penyakit dan kematian pada beberapa burung liar. Virus flu burung lebih sering membunuh unggas peliharaan, seperti ayam dan kalkun.
Gejala pada burung berbeda-beda tergantung spesiesnya, namun bisa berupa diare, kesulitan bernapas, kepala bengkak, dan kematian. Burung yang sakit menyebarkan virus melalui bulu, lendir, air liur, dan kotorannya.
Manusia yang melakukan kontak dekat dengan unggas yang sakit berisiko tertular flu burung. Misalnya seseorang memegang burung yang sakit, tangannya terkontaminasi kotoran ayam, dan lupa mencuci tangan sebelum makan. Mereka kemudian akan menelan kotoran burung yang terinfeksi. Ini adalah cara paling umum bagi manusia untuk tertular flu burung. Virus ini juga dapat bertahan hidup pada daging unggas mentah, namun akan hancur saat dimasak secara normal.
Tidak ada bukti bahwa virus flu burung jenis H5N1 yang beredar saat ini dapat menular dengan mudah dari manusia ke manusia.


